Rabu, 05 Maret 2008

Korupsi BLBI Gotong Royong

KEPAK sayap kupu-kupu di sudut desa di Jamaika bisa menerbitkan badai angin di belahan bumi lain nun jauh di Texas sana. Ingatan tentang kalimat terkenal dalam perbincangan tentang teori chaos itu muncul di kepala pengacara muda, Harry Ponto, pada tahun 1997.

PERNYATAAN itu melukiskan gambaran tentang esensi chaos, dikenal dengan istilah "efek kepakan sayap kupu-kupu" (butterfly effect). Saat itu, Harry, yang sedang berada di Amerika Serikat untuk menjalani studi hukum ekonomi, berbincang- bincang di teras rumah induk semangnya, seorang bekas senator di Florida.

Pada masa itu, di AS pun, telepon seluler (ponsel) masih jarang dipakai orang. Namun, ponsel sudah bisa didapat di sana hanya dengan 50 dollar AS, tutur Harry mengawali cerita.

Harry bertutur kepada sang senator bahwa di negerinya, di Indonesia, ponsel itu hanya bisa didapat dengan harga Rp 15 juta. Harga yang sangat mahal. Untuk ukuran nilai tukar dollar AS masa itu Rp 2.400 per dollar AS, ponsel yang seharga Rp 15 juta itu senilai dengan 6.250 dollar AS. Jangan lupa harga sebuah mobil baru kelas menengah yang cuma 10.000 dollar AS. Namun, orang berlomba memiliki ponsel.

Masih menurut kisah Harry, senator itu terlonjak. "Jika aku jadi kamu, aku akan berdemonstrasi di depan istana negaramu untuk memprotes orang berlomba membeli gaya hidup senilai 6.250 dollar AS itu. Sebab, seandainya kamu menjalani gaya hidup semahal itu, pasti ada orang-orang yang harus membayar gaya hidupmu itu," kata si senator yang ditirukan Harry.

"Jika kamu bos perusahaan, kamu akan menaikkan harga barang produksimu agar mendapatkan keuntungan bagi usahamu membiayai gaya hidup. Kalau tidak bisa, kamu akan korupsi. Mencuri uang pajak atau menekan upah buruhmu, bahkan jika perlu, sedemikian rendahnya upahnya sampai bayi buruhnya tidak bisa lagi minum susu. Memiliki ponsel membuat orang merampas hak bayi memperoleh susu," kisah Harry menuturkan komentar senator itu dengan nada tinggi.

Sebuah tindakan yang tampak sepele, misalnya membeli ponsel supermahal, memilih warna permen mobil mewah, memilih posisi apartemen agar berhadapan dengan kolam renang, seperti kepakan sayap kupu-kupu dalam teori chaos, bisa membuat susu terampas dari mulut bayi anak-anak buruh, lapisan terendah dalam struktur sosial.

Tidak ada komentar: